Berikut adalah berita lengkap dari Suara Merdeka :
PEKALONGAN - SMPN 1 Pekalongan mulai
merintis pembelajaran mata pelajaran Bahasa Inggris dengan menggunakan native speaker dari luar negeri, melalui
fasilitas telekonferensi dalam program video antarmuka Skype.
Meski penggunaan
program skype untuk telekonferensi
sudah lazim digunakan masyarakat umum, penggunaan skype di SMP 1 Pekalongan dikhususkan untuk pembelajaran bahasa
inggris, dengan native speaker yang juga guru dari sekolah menengah di luar
negeri.
"Biaya untuk
mendatangkan native speaker dari luar
negeri tentu mahal. Namun melalui fasilitas telekonferensi menggunakan skype, kita hanya membutuhkan koneksi
internet yang lancar untuk bisa berbincang dan berlatih berbahasa inggris
dengan guru dari luar negeri," ujar Fatimah, guru bahasa Inggris
SMPN 1 Pekalongan.
Dia menjelaskan,
di SMP 1 Pekalongan, setiap minggu dilakukan telekonferensi untuk kelas
immersi.
Adapun siswa
non immersi yang kemampuan berbahasa Inggris di atas rata - rata, juga turut
diajak dalam telekonferensi tersebut.
Konsultan telekonferensi
Endang Palupi menjelaskan, untuk kali pertama native speaker yang diaajak adalah Joe McNulty, guru Newton Middle
School, Newton, Pennsylvania, amerika Serikat. "Kebetulan Joe merupakan bagian
dari kelompok Hellow Little World (HLW)
di Skype" ujar Endang.
HLW merupakan
kumpulan guru dari berbagai penjuru dunia yang menggunakan Skype sebagai saran pembelajaran dan bertukar pengalaman.
Perbedaan Waktu
Kendala dalam
telekonferensi ini, menurut Endang, adanya perbedaan waktu dalam pelaksanaan
jam belajar dengan kegiatan native
speaker di luar negeri karena sudah
masuk tengah malam dan waktu mereka beristirahat. "Namun karena kecintaannya
untuk mengajar, membuat mereka tak menghiraukan meski harus bangun tengah malam
untuk belajar berbicara dengan murid - murid di Indonesia," ujar Endang.
Joe McNulty
dalam perbincangan dengan Suara Merdeka menyambut
telekonferensi tersebut. "Senang bertemu dan berbicara dengan murid dari
indonesia meski hanya lewat internet, semoga bisa bertemu langsung di lain
kesempatan," ujar Joe.
Kepala SMPN 1
Pekalongan Aris Supriyanto mengharapkan melalui telekonferensi ini, tak hanya
murid yang dilatih mental untuk berbicara dengan orang asing, namun juga guru -
guru bahasa inggris diharapkan semakin fasih berbahasa inggris(K21-74). (Sumber : Suara
Merdeka tanggal : 15 November 2011) |